
BisnisTanpaRibet.com kali ini akan membahas tentang Cara Riset Produk yang laris untuk Dropship agar cepat cuan. Bisnis dropship kini semakin diminati karena modalnya kecil dan risikonya rendah. Kita tidak perlu stok barang, tidak perlu gudang, bahkan pengiriman pun diurus supplier. Tapi, satu hal penting yang sering dilupakan pemula adalah riset produk.
Produk yang laris akan mempercepat penjualan, sedangkan produk yang sepi peminat bisa bikin toko online jalan di tempat. Artikel ini akan membahas cara riset produk laris untuk dropship secara lengkap, mulai dari marketplace, media sosial, hingga penggunaan tools.
Kenapa Riset Produk Dropship Itu Penting?
Banyak orang gagal di dropship karena asal pilih produk. Misalnya, menjual barang yang tidak punya pasar jelas atau sudah lewat tren-nya. Riset produk akan membantu:
- Menemukan barang dengan permintaan tinggi
- Mengurangi risiko stok tidak laku
- Memanfaatkan tren musiman atau viral
- Menghemat biaya iklan karena produk sudah terbukti dicari orang
Dengan riset yang tepat, peluang sukses dropship jadi lebih besar.
Cara Riset Produk Laris untuk Dropship
- Manfaatkan Marketplace Populer
Marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Bukalapak adalah “ladang data” terbaik untuk riset.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Masuk ke kategori sesuai minat, misalnya fashion pria atau perlengkapan dapur
- Filter produk dengan Penjualan Terbanyak
- Baca ulasan pembeli untuk memastikan kualitas produk
- Perhatikan apakah produk memiliki repeat order tinggi
Tips: Catat produk yang sudah terjual ribuan kali, karena itu tanda kuat bahwa produk tersebut memang banyak dicari.
- Gunakan Google Trends
Google Trends membantu melihat seberapa populer produk di pencarian Google.
- Masukkan kata kunci, misalnya “tas ransel wanita”
- Atur wilayah ke Indonesia
- Lihat grafik naik-turun pencarian
- Bandingkan beberapa produk sekaligus, misalnya “sepatu sneakers vs sandal wanita”
Produk dengan tren naik atau stabil biasanya lebih aman untuk dropship.
- Amati Media Sosial
Produk viral di media sosial sering jadi peluang emas.
- Instagram & TikTok: cek hashtag seperti #barangviral #unik #murahmeriah
- Facebook Group: banyak komunitas jual-beli aktif
- TikTok Shop: perhatikan produk yang sering muncul di FYP dengan penjualan tinggi
Contoh nyata: “alat dapur serbaguna” sering viral karena unik dan punya daya tarik visual yang kuat di video pendek.
- Analisis Kompetitor
Jangan hanya lihat produk, tapi juga strategi penjual sukses.
- Cari toko dengan rating tinggi
- Lihat produk dengan penjualan ribuan
- Amati cara mereka menulis judul produk, deskripsi, dan foto yang menarik
Bukan untuk meniru persis, tapi untuk belajar strategi yang sudah terbukti berhasil.
- Gunakan Tools Riset Produk
Jika ingin lebih cepat, gunakan tools khusus. Beberapa di antaranya:
- Niche Scraper → menganalisis produk trending
- SaleSource → melihat penjualan di berbagai marketplace
- Ecomhunt → menampilkan produk viral global
Tools ini membantu menemukan produk dengan data penjualan nyata, sehingga lebih akurat.
- Perhatikan Musim & Momen
Produk musiman bisa jadi “ledakan penjualan” dalam waktu singkat.
- Ramadan: busana muslim, kurma, perlengkapan ibadah
- Tahun ajaran baru: perlengkapan sekolah, tas, sepatu
- Musim hujan: jas hujan, payung, sandal anti air
- Akhir tahun: kado, dekorasi Natal, perlengkapan liburan
Dropshipper yang jeli bisa memanfaatkan momen ini untuk panen orderan.
- Gabungkan Data untuk Validasi
Setelah menemukan produk potensial, jangan langsung dijual.
Validasi dulu dengan menggabungkan beberapa data:
- Penjualan di marketplace → apakah ribuan terjual
- Tren pencarian Google → naik atau stabil
- Viral di media sosial → banyak dibicarakan orang
- Harga kompetitif → masih bisa dijual dengan margin keuntungan
Kalau semua indikator positif, produk tersebut bisa jadi pilihan bagus untuk dropship.
Contoh Produk yang Sering Laris di Dropship
Berikut kategori produk yang biasanya cepat laris:
- Fashion: baju, hijab, sepatu, aksesoris
- Kesehatan & Kecantikan: skincare, masker wajah, vitamin
- Peralatan Rumah Tangga: alat dapur, organizer, lampu unik
- Elektronik & Aksesoris HP: casing, tripod, earphone
- Produk Viral & Unik: mainan, barang kreatif, produk limited edition
Namun, tetap perlu riset lebih detail sebelum menjual.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula Dropship
- Menjual produk hanya karena suka pribadi, bukan karena laku di pasaran
- Tidak memperhatikan review, sehingga dapat produk jelek
- Harga terlalu mahal dibanding kompetitor
- Tidak mengikuti tren, sehingga ketinggalan momentum
Hindari kesalahan ini supaya toko online bisa berkembang lebih cepat.
Kesimpulan
Riset produk adalah kunci utama sukses dropship. Caranya bisa lewat marketplace, Google Trends, media sosial, tools riset, hingga analisis musiman. Semakin detail riset yang dilakukan, semakin besar peluang menemukan produk yang benar-benar laris.
Jadi, sebelum memulai jualan, jangan buru-buru upload produk. Luangkan waktu untuk riset. Hasilnya, toko dropship bisa lebih cepat cuan dan bersaing di pasar online yang ketat.

Pingback: Panduan Dropship untuk Pemula: Cara Memulai Bisnis Online Tanpa Modal – BisnisTanpaRibet.com