Cara Mengukur Potensi Omzet dari Sebuah Lokasi Usaha

BisnisTanpaRibet.com membahas tentang Cara Mengukur Potensi Omzet dari Sebuah Lokasi Usaha. Memilih lokasi bisnis offline bukan hanya soal strategis atau tidak, tapi juga harus bisa diprediksi potensi omzetnya. Banyak pengusaha pemula langsung menyewa tempat hanya karena ramai, tanpa menghitung seberapa besar peluang keuntungan yang bisa didapat.

Agar lebih terarah, berikut adalah beberapa cara mengukur potensi omzet dari sebuah lokasi usaha sebelum Anda memutuskan untuk membuka bisnis:

1. Hitung Jumlah Lalu Lintas Orang (Traffic)

Amati berapa banyak orang yang melintas di area tersebut setiap harinya. Semakin tinggi traffic, semakin besar peluang terjadinya transaksi.

  • Hitung rata-rata jumlah orang per jam di jam sibuk.
  • Amati pola keramaian (misalnya lebih ramai pagi, siang, atau malam).
  • Catat berapa persen yang kemungkinan besar cocok dengan target pasar Anda.

Contoh: Dari 500 orang yang lewat setiap hari, 10% saja masuk ke toko, berarti ada potensi 50 calon pelanggan harian.

2. Analisis Daya Beli Konsumen Sekitar

Lokasi ramai tidak akan efektif jika daya beli masyarakat rendah. Misalnya, bisnis fashion branded kurang cocok di area pedesaan dengan daya beli terbatas.

  • Amati lingkungan sekitar (perumahan, kos-kosan, atau area perkantoran).
  • Perhatikan gaya hidup calon pelanggan.
  • Sesuaikan harga produk dengan kemampuan daya beli mayoritas orang di lokasi tersebut.

3. Lakukan Survey Kompetitor

Kompetitor bisa jadi patokan untuk mengukur potensi omzet. Jika banyak usaha sejenis bertahan lama, artinya lokasi tersebut memang potensial.

  • Perhatikan jumlah pelanggan yang masuk ke toko pesaing.
  • Catat rentang harga produk/jasa mereka.
  • Amati apakah pelanggan terlihat puas atau masih ada kekurangan yang bisa Anda isi.

4. Perhitungkan Tingkat Konversi Pelanggan

Tidak semua orang yang lewat akan menjadi pelanggan. Maka, penting menghitung tingkat konversi (conversion rate).

  • Rumus sederhana: Jumlah transaksi ÷ jumlah orang yang lewat x 100%.
  • Misalnya, dari 300 orang lewat, ada 30 yang membeli → tingkat konversi 10%.

Dengan angka ini, Anda bisa memprediksi omzet harian hingga bulanan.

5. Sesuaikan dengan Biaya Operasional

Omzet potensial tidak ada gunanya jika biaya operasional lebih besar. Maka, bandingkan antara perkiraan pemasukan dan pengeluaran bulanan.

  • Biaya sewa tempat
  • Gaji karyawan
  • Listrik, air, dan internet
  • Biaya promosi

Pastikan omzet yang diprediksi lebih tinggi dari total biaya, dengan margin keuntungan yang sehat.

Kesimpulan

Mengukur potensi omzet dari sebuah lokasi usaha penting dilakukan sebelum membuka bisnis offline. Caranya adalah dengan menghitung traffic orang, menganalisis daya beli, melihat kompetitor, memperkirakan konversi pelanggan, dan membandingkan dengan biaya operasional.

Dengan perhitungan matang, Anda bisa mengurangi risiko rugi dan lebih yakin bahwa lokasi yang dipilih benar-benar menguntungkan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top